Menelusuri Monumen Kapal Selam Surabaya

Sunday, February 26, 2017

Sekitar awal Februari kemarin, aku dan 3 temen cewek berencana buat rekreasi ke Surabaya naik kereta api, sebenernya niat awal kita cuma pengen naik kereta api, lalu terbersitlah kota terdekat Malang yaitu Surabaya. Setelah rapat akhirnya kita putuskan buat berangkat hari Sabtu, 4 Februari 2017 ke Surabaya. 

Selain buat ajang meet up, ini merupakan agenda sebelum kita berempat sibuk dengan kegiatan kampus masing-masing, kebetulan kita berempat kuliah di kampus yang beda satu sama lain dan jadwal liburannya saling bertolak belakang. Apalagi dua diantara kita tahun ini harus ngerjain tugas akhir.

Kita berangkat dari Malang sekitar pukul 07.00 dari Stasiun Kota Baru, kita udah pesen tiket jauh-jauh hari karena takut nggak dapet tiket duduk. Awalnya rencana kita berangkat Sabtu lalu, kebetulan pas hari libur jadi tiket duduk udah habis, dan kita tunda sampai Sabtu selanjutnya. 

FYI : harga tiket Malang-Surabaya kelas ekonomi Rp 12.000

Perjalanan Malang - Surabaya via kereta api kelas ekonomi memang lumayan lama, di jadwal tertulis kita sampai di Stasiun Gubeng pukul 09.50. Sekitar 3 jam kita duduk di dalam kereta sambil menikmati pemandangan dari atas rel kereta, cerita-cerita kesibukan masing-masing, curhat, sampai ngetawain kejadian ibu-ibu kejebak palang rel kereta. Haha!

Dhea menunggumu di Stasiun Gubeng, Bang
Begitu sampai di Gubeng kita langsung buka google map, karena kita semua sama-sama nggak tau harus kemana dan ke arah mana. Setelah itu kita langsung jalan kaki menuju Monumen Kapal Selam Surabaya! Kenapa jalan kaki? Ya karena jarak Stasiun Gubeng - Monumen Kapal Selam (Monkasel) ini lumayan deket, ditempuh sekitar 100 meter lah.
  
  
Harga tiket masuk Monkasel per orang Rp 10.000 free nonton film dokumenter

Kita langsung meluncur ke pintu masuk kapal selam, karena udah penasaran sama penampakan kapal selam, apalagi ini adalah kali pertama.


Kebanyakan kita cuma foto-foto aja disini, kita bahkan nggak dengan seksama membaca keterangan-keterangan yang tercantum di setiap bagian yang dianggap penting. Gini nih kalo mahasiswa main ke museum.
No caption
Saya lagi jadi fotografer
Setelah puas foto-foto dan liat-liat wujud kapal selam kita langsung menuju ke mini bioskop, waktu itu kita dapat pemutaran pukul 11.00, jadi pemutaran film ini ada beberapa kali dalam sehari, tapi kalau kalian rombongan kalian bisa request pemutaran film pada saat itu juga selama bioskopnya sedang kosong.

Film dokumenter ini menceritakan sejarah kapal selam TNI AL Indonesia mulai jaman pembuatan sampai perkembangan masa kini, banyak wawasan baru yang kita dapat tentang kemiliteran Indonesia dari film dokumenter ini. Salah satunya tentang kapal selam yang sekarang dijadikan monumen sebagai tanda jasa kita kepada pahlawan angkatan laut yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah militer.

You Might Also Like

1 komentar