Jualan, Bukan Sekedar Tentang Profit

Sunday, March 18, 2018

Souce: Pinterest

Ya, nggak bisa dipungkiri kalau aku memang hobi jualan, dan super kepo sama jenis bisnis apa pun. Sejak SMP aku udah punya inisiatif untuk jualan pulsa dan waktu SMA juga mulai suka jual apa pun yang menurutku bisa dijual misalnya baju, ya meskipun ujung-ujungnya kupakai sendiri kalau nggak laku hehe. Kemudian pas udah lulus SMA udah mulai masuk bangku kuliah aku mencoba untuk membesarkan nama Seelaras Outfit sampai sekarang, meski belum bisa sebesar online shop lain dan belum memenuhi target. Karena ada beberapa kendala yang aku nggak bisa mengatasinya sendiri dan sampai sekarang belum nemu jalannya, semoga deh secepatnya ketemu.

Temen-temenku kenal banget kalau aku tukang jualan, mungkin karena saking konsistennya jualan dari dulu sampai sekarang. Tapi dibalik itu semua, ada beberapa temen yang melontarkan sentilan-sentilan yang menurutku agak lucu sih didengar dan sama sekali nggak masuk akal.
"Kamu tuh terlalu sibuk ngurusin bisnis, makanya jomblo melulu. Jangan ngurusin bisnis melulu kenapa."
"Jangan ngoyo lah kalau bisnis."

Yah intinya mereka menyampaikan kekhawatiran mereka, but I'm actually thankful for them. Mereka khawatir kalau aku terlalu ngoyo dalam berbisnis sampai lupa akan segala hal dan aku berterimakasih banget sama mereka yang udah care dan ngasih warning ke aku. Meskipun nggak sejalan dengan pemikiranku mungkin itu tetep bisa dijadikan bahan introspeksi buat aku kedepannya. 

Nah di tulisan ini, postingan pertama #Beropini aku pengen ngungkapin seperti apa sih sebenernya bisnis dari sudut pandang pribadiku. Seperti apa aku memaknainya dan seberapa penting?

Jadi menurutku secara pribadi bisnis itu salah satu alat untuk mencapai kebahagiaan dan mengasah kemampuan diri nggak cuma sekedar bicara tentang profit atau keuntungan. Pernah liat kan seberapa sumringahnya si Mail waktu nawarin dagangannya? Keliatan banget seberapa percaya dirinya dia, bahkan si Mail menikmatinya meski kadang dicibir juga wkwk. Pernah ngerasain seberapa senengnya? Kebahagiaan yang sederhana ketika produk kita laku, usaha kita lancar dan konsisten, bisa beliin keluarga jajan dengan hasil kita jualan dan ketika orang lain ngerasa terbantu dengan keberadaan kita.

Aku sendiri bukan orang yang mahir dalam hal berbisnis, toh aku masih sering rugi, masih sering gagal, dan masih suka ogah-ogahan. Masih perlu banyak belajar untuk konsisten sampai bisa menjadikan bisnis yang aku bangun berkembang. Masih suka males-malesan juga bahkan masih suka drama marathon semalaman. Ini sebenernya nggak produktif sih, tapi namanya bosen ya gimana dong?

Perihal jomblo? Sebenernya nggak ada hubungannya sih sama terlalu sibuk bisnis, dua hal ini jelas berbeda jalur. Mungkin karena yang ngatain udah punya pacar jadi dia lebih sibuk sama pacarnya. Jadi ngeliat temennya yang sibuk sendiri jadi ngerasa lucu kali ya, sama halnya ketika aku ngeliat orang yang sibuk sama pacarnya terus gitu. Pada dasarnya itu semua tergantung dari sudut mana kita memandang. Nggak bisa kita tiba-tiba ngejudge sesuka hati dari yang kita lihat.

Toh, dengan bisnis kita nggak cuma belajar tentang bagaimana menjual sesuatu loh, tapi juga belajar tentang menerima kritik, menerima saran, belajar untuk terus berpikiran terbuka, belajar untuk terus mengasah kemampuan diri, belajar untuk menjadi pribadi yang easy going dan ramah se-bad mood apa pun kita, dan yang terpenting adalah belajar untuk bangkit dan menjaga semangat saat kita merasa mulai down. Semua itu nggak gampang dan semulus yang kita bayangkan. Yang paling berat adalah ketika kita benar-benar ingin menyerah, dan disitu kita nggak punya pegangan atau motivasi yang bisa membangun rasa percaya diri kita lagi. Disitu kita bener-bener diuji tentang diri kita sendiri. Belum lagi yang berpartner, dan sering berselisih padahal satu visi, disitu kita harus pinter menyelesaikan masalah tanpa membuat masalah dan nggak merugikan satu sama lain.

Ada satu pelajaran yang kemudian membuatku sadar bahwa dalam berbisnis kita nggak boleh egois apalagi sampai menghalalkan segala cara hanya karena perasaan dengki atas kesuksesan lawan bisnis. Percayalah bahwa Allah itu membagikan rezeki secara adil dan sesuai dengan apa yang sedang kita butuhkan. Siapa yang tau kalau saingan kita lebih laris karena kebutuhannya lebih banyak? Atau ternyata karena service kita masih kurang baik? Jadi bahan introspeksi kan? Ini juga poin penting.

Jadi nggak melulu soal profit kan? Keuntungan itu gampang dicari kalau kita udah lulus dari berbagai ujiannya orang bisnis, apalagi yang baru sebulan berbisnis nggak bisa tiba-tiba langsung kaya. Bahkan kita butuh waktu minimal 3 tahun untuk bertahan pada suatu bisnis sampai bisa dikatakan bisnis kita mapan. Waktu 3 tahun ini lagi-lagi menguji kesabaran kita dan seberapa konsisten kita menjalankannya. There's nothing like ujug-ujug. Nggak ada yang ujug-ujug di dunia ini, nggak cuma bisnis. Masih banyak hal lain yang: 
"Kita harus sadar bahwa dibalik sesuatu yang besar ada usaha yang lebih besar untuk mencapainya."
Menurut kamu gimana? Share di komentar ya!

Semoga postingan ini bermanfaat, klik follow agar tetap update postingan terbaruku ❤

You Might Also Like

0 komentar