Ketagihan Terapi Pijat Syaraf?

Ketagihan yang satu ini memang agak aneh ya? Hehe. Sebenernya bukan ketagihan sih ya, tapi semacam lebih prefer pijat syaraf daripada pijat-pijat biasa yang bikin badan makin sakit nggak ketulungan. Bukannya sembuh malah lebam dimana-mana. Ada yang udah pernah coba pijat syaraf? Ah pasti tau gimana sensasinya πŸ˜…

Source : Google

Pertama kali kenal sama pijat syaraf ini tuh dikenalin sama salah satu sepupu yang tetangganya adalah tukang pijat syaraf, nah waktu itu dia menyarankan Ayah buat pijat syaraf karena tangan Ayah yang nggak bisa ditekuk ke belakang akibat kecelakaan di masa lampau yang sampai sekarang belum sembuh total cederanya, padahal Ayah udah berkali-kali terapi tusuk jarum dan pijat. Nah alhasil hari minggu kita sekeluarga meluncurlah ke daerah Arjosari-Malang buat pijat syaraf di tempat rekomendasi sepupuku itu.

Sampai disana, kita langsung dipersilahkan duduk di ruang tamu sambil lesehan dan ngobrol-ngobrol tentang keluhan yang mau diobati. Akhirnya, Ayah ceritain A sampai Z keluhan-keluhan yang belum sembuh meski sudah diterapi macam-macam. Bapaknya langsung paham deh letak kesalahan dari masing-masing keluhan itu dan mempersilahkan Ayah buat berbaring untuk memulai sesi terapi.

Nah bedanya dengan pijat-pijat biasanya, pijat ini nggak perlu lepas baju loh. Bahkan Bapaknya sama sekali bukan memijat, terkesan seperti mencongkel syaraf-syaraf yang letaknya nggak di tempat semestinya dan mengurai syaraf yang lengket bahkan sampai mengalami penyumbatan. Biasanya penyumbatan syaraf ini terjadi kalau sudah mengalami cedera syaraf lumayan lama. Saking lamanya syaraf nempel-nempel sampai nyumbat dan nggak bisa dialiri darah. 😟 Kalau sampai penyumbatan gini bisa sakit banget, dan nggak cukup sekali diterapi.

Begitu Ayah selesai dengan menahan kesakitan, Mama juga ikutan penasaran nih ikut-ikutan pijat dan benar juga ternyata ada beberapa syaraf yang perlu dibenarkan posisinya. Begitupun diriku juga tiba-tiba ditawari untuk mencoba terapi ini. Lalu aku cerita kalau sejak lama (seingatku SD) aku udah sering banget sakit kepala sebelah atau migrain, keram pas tidur atau sepedaan yang sakitnya nggak ketulungan dan kesemutan. Bagitupun Mama juga cerita kalau bentuk pergelangan kaki kiriku yang nggak wajar (bengkak) tapi aku sendiri nggak merasakan sakit apa pun di bagian itu.

Tibalah giliranku merasakan betapa sakitnya pijat syaraf ini, kayak dicubit sih tapi sakitnya hmmmm. Bapaknya terus bilang, kalau kakiku yang bengkak itu mengalami penyempitan meski kelihatan biasa aja dan nggak terasa sakit, itulah penyebab kenapa selama ini aku sering sakit kepala sebelah dan keram. Ya karena syaraf kakinya kesumbat! Huhu. Bayangin 7 tahun ngira kalau sakit kepalanya gara-gara tekanan darah rendah, taunya gara-gara penyempitan syaraf.

Jadi kaki kiriku yang mengalami penyempitan itu tadi emang bengkak dan warna kulitnya pucat (putih) banget, setelah aku terapi tiga kali bengkaknya udah mulai ilang, warna kulitnya pun mulai memerah yang artinya aliran darahnya udah lancar. Setiap abis terapi emang nggak begitu sakit sih, tapi keesokan harinya kaki bener-bener kerasa pegel semua, jadi nggak bisa banyak-banyak jalan, karena kalau dipaksa nanti malah memperparah penyempitan syaraf di bagian lain.

Nah, ketika aku menulis blog ini aku udah sekitar tiga tahun rutin melakukan terapi pijat syaraf ini. Kadang beberapa bulan sekali aku balik kesana, atau pas aku udah mulai punya keluhan-keluhan yang bikin badan capek banget sampe berhari-hari.

Jadi menurutku pijat ini tuh wajib banget buat dijadikan rutinitas, karena syaraf adalah salah satu bagian tubuh yang penting selain organ-organ seperti jantung, paru-paru dan otak. Remeh tapi nggak bisa diremehkan, karena banyak banget penyakit yang berawal dari syaraf yang bermasalah, misalnya dari kasus penyempitan syaraf di kakiku, kalau nggak segera dibenerin bisa menyebabkan stroke, seluruh syaraf di kaki punya peran penting ke seluruh tubuh mulai dari otak, lambung, dan lain-lain. Bahkan terlalu capek, terlalu stres juga bisa menyebabkan syaraf terjepit loh, kalau syaraf sudah amburadul badan pasti kerasa nggak nyaman dan capek terus. Aku sendiri merasakan faedah dari pijat syaraf ini lebih terasa dibanding pijat-pijat biasa, yang kadang malah bikin badanku sakit semua sampai berhari-hari.

Beberapa keluhan yang mungkin disebabkan syaraf yang bermasalah:
- Migrain
- Keram dan Kesemutan
- Mudah masuk angin
- Sesak (nafas besar)
- Badan sakit semua pas bangun tidur
- Mata lelah bahkan kelainan mata seperti mata minus juga bisa disebabkan karena mata yang terlalu lelah dan tetap dipaksa

Untuk meminimalisir masalah syaraf kita perlu melakukan beberapa kebiasaan seperti olah raga jogging, jalan-jalan, lakukan segala sesuatu sewajarnya, jika capek istirahat jangan dipaksa, jangan banyak begadang. Kesehatan itu lebih berharga dari apa pun. Sayangi tubuhmu dengan memberikan perhatian lebih ketika merasa capek dengan beristirahat.

Note: Untuk temen-temen yang butuh alamat lengkap pijat syaraf langgananku ini bisa langsung hubungi via DM instagram ya πŸ™

[REVIEW] MSGlow Skin Care Sebagus Testimoni Nggak Sih?


Halo, hari ini aku mau me-review salah satu produk skincare yang akhir-akhir ini hits banget ya, bahkan aku juga sempat tergiur ngeliat testimoni penggunanya yang alamak, kulitnya bisa glowing kayak artis Korea gitu. Nah, karena diriku termasuk penyuka K-Drama yang sering banget tuh nonton drakor jadi ngiler dong pengen punya kulit mulus sampai dibilang "nggak berpori-pori" kayak mereka.


Kebetulan banget nih, MSGlow Aesthic Clinic baru aja buka cabang kedua di Malang, karena hasrat cewek yang selalu ingin tampil cantik, coba-coba selalu jadi alasan klasik. Bodo amat lah ntar kalo nguras kantong, yang penting nyoba dulu siapa tau cocok? 😏

Sebelum beli krimnya aku sempat beberapa kali treatment di MSGlow Aesthic Clinic ini, ntar aku bakal share pengalaman treatment ini di postingan lain ya. Nah karena waktu treatment skin care ku masih banyak, so ngerasa sayang banget kalo beli krimnya sekalian, jadi aku baru memutuskan beli krimnya tepat saat skincare ku habis.
Sebenernya aku udah beli Night Cream pas barengan sama treatment pertama, setelah penggunaan sebulan so far baik-baik aja, nah begitu facial wash ku habis, aku memutuskan untuk sekalian beli facial wash dan toner step 1 MSGlow pas treatment kedua. 


Y
MSGLOW FACIAL WASH
Netto 150ml
Manufactured by PT EKOSJAYA ABADI LESTARI
IDR Rp 60.000
Y

First impression waktu pakai facial washnya, enak, wanginya juga lembut, dan enak banget dipakai di wajah. Penampakannya kayak betadine (?) merah dan cair meski nggak semerah betadine hehe.


Tapi sayangnya, kulitku bener-bener terlalu sensitif pakai facial wash ini, sehabis cuci muka emang kerasa seger banget, tapi kok aku merasa setelah pemakaian seminggu wajahku jadi gosong ya (kering dan panas). Bukannya kerasa kenyal atau lembab tapi kayak nggak enak banget gitu, lagi-lagi kalau nggak cocok facial wash wajahku jadi gampang luka, entah di ujung bibir atau bekas jerawat yang nggak kering-kering.

Baca juga [REVIEW] Neogen Bio-Peel Lemon: Solusi Kulit Kusam

Emang sih, di botolnya tertulis kalau facial wash ini mengurangi minyak berlebih, tapi ini keterlaluan mengurangi, selain itu nggak diimbangi efek lembab, harusnya sih mengurangi minyak tetap bikin kulit lembab, bukan kering dan panas kayak gini, mukaku jadi kayak udang rebus. πŸ˜”

RATING
1 / 5

REPURCHASE
NOPE!


Y
MSGLOW FACE TONER STEP 1
Netto 60ml
Manufactured by PT EKOSJAYA ABADI LESTARI
IDR Rp 80.000
Y

Pertama pakai toner kerasa perih (clekit2).Kontan aku membatin "Buset, ini alcoholnya kerasa amat sih", langsung was-was pakenya, takut kulitku iritasi jadi pakenya dikit-dikit.

Toner step 1 ini dipakai untuk kalian yang baru pertama kali pakai produk dari MSGlow, jadi kulit kamu nggak kaget dan nggak terlalu break-out. Toner ini dipakai malam hari aja sesudah cuci muka dan sebelum krim malam.

Sayangnyaaaa, aku nggak suka sama sekali sama toner ini, dari pertama beli aku cuma pakai 2-3 kali, dan aku nggak mau lagi pakai toner ini, karena menurutku ini keras banget ya buat kulitku. Jadi, aku sama sekali nggak tertarik buat re-purchase produk ini.

RATING
1 / 5

REPURCHASE
NOPE!

Review ini berdasarkan pengalaman pribadiku, sekali lagi skin care itu pasti cocok-cocokan, ada beberapa dari mereka yang pakai produk ini fine-fine aja. Tapi mungkin aku nggak menyarankan produk ini untuk kalian yang punya masalah kulit kayak aku.

Baca juga Skincare Kulit Sensitif

Masalah kulitku:
- Normal kombinasi (berminyak di bagian T Zone, kering di bagian pipi)
- Acne prone
- Sensitif sama produk mengandung alkohol dan fragrance (apalagi yang kandungannya tinggi)
- Jerawat susah kering kalau kena produk beralkohol

Jadi, testimoni memang sering bikin kita tergiur, tapi balik lagi sama gimana kondisi kulit kita sendiri. Karena kulit masing-masing orang beda dan punya pro kontra terhadap bahan-bahan kimia tertentu. So, kenali kulitmu dulu sebelum menentukan skin care apa yang yang kamu beli. 😁

*Review ini adalah berdasarkan pengalaman dan penilaian pribadi, efek akan berbeda pada setiap orang dengan jenis kulit berbeda.

Skincare Routine: Enaknya Memakai Sheet Mask Menjelang Tidur

Demam sheet mask akhirnya menjangkiti diriku. Pertama kali pakai sheet mask tuh aku beli di Guardian tapi lupa merknya apa, belinya cuma satu pcs lagi πŸ˜‚ Akibat rasa penasaran tidak berbanding lurus dengan kondisi kantong, hehe. Coba kalo di Korea, harga sheetmask murah meriah kebangetan, lebih murah dari harga ramyun πŸ˜” #BawaAkuKeKorea

Tapi apalah daya, aku cuma pencari harga termurah di Shoppe, jadilah diriku punya sheetmask ini. Taraaa....


Ada sheetmask dari Rorec sama dari Innisfree, kebetulan sheetmask Innisfreenya aku dapat hadiah dari temen *tampangsukagratisan* jadi nol rupiah hahaha. Nah, mungkin kalian penasaran kan emang ada ya sheet mask merk Rorec? Itu buktinya ada, harganya pun murah meriah loh, terjangkau abis buat kantong mahasiswa. Berapaan sih harganya?

Berkisar 5000-8000

Serius? Murah banget? Palsu? Bukan kok. Asli ini asliiiiii.


Jadi, udah sekitar 2 mingguan ini aku memasukkan sheetmask sebagai rutinitas perawatan wajahku. Karena efeknya yang kerasa banget. Selain membuat kulit jadi lembab, jerawatku juga lumayan cepet kering tanpa luka. Awalnya aku menerapkan ini karena abis nonton salah satu Vlogger Korea yang share pengalaman dia sama sheet mask, dan bener aja wajah dia yang awalnya jerawatan parah sampe merah-merah jadi mendingan berkat rutinitasnya pakai sheetmask ini.


Step-step Sheet Mask Routine:
  1. Bersihkan wajah dengan facial wash.
  2. Gunakan toner dengan menepuk-nepuk toner yang dituang di kapas ke seluruh wajah.
  3. Gunakan sheet mask 20-30 menit.
  4. Jika sudah 30menit, jangan lupa buat memijat-mijat essence yang masih membasahi wajah.
  5. Pakai krim malam. Tidur deh!
Pada pemakaian pertama sheetmask, aku sempat merasa perih di bagian-bagian jerawat yang belum kering, tapi setelah pemakaian kedua dan seterusnya udah nggak kerasa lagi, bahkan jerawat yang awalnya belum kering jadi cepet kering. Perubahan yang paling signifikan adalah kulitku jadi lebih lembab. 😍

Nah, buat kamu yang ngerasa kulitnya lagi bermasalah, siapa tahu dengan cara ini bisa membaik. Semoga bermanfaat! ✌

DIY Lighting Box Foto Produk Murah Meriah!!


Contoh Flatlay, percaya nggak kalau ini pake meja doang? wkwkw
Postingan kali ini aku persembahkan untuk kalian yang suka bingung gimana cara ngefoto pernak pernik atau foto barang-barang dagangan biar keliatan lucu, elegan, tapi murah meriah yang jelas bisa bikin kebanjiran orderan 😜

Nah salah satunya konsep foto produk yang bisa kamu gunakan adalah mini studio photo atau flatlay. Sama-bagus buat digunakan, tapi biasanya foto flatlay lebih cocok untuk bahan kamu ngiklan, sedangkan mini studio photo lebih cocok buat katalog kamu, yang memperlihatkan produk secara jelas dan detail.

Bikin lighting boxnya ternyata gampang banget loh, murah meriah dan nggak perlu banyak waktu untuk bikin. Tapi bisa bikin hasil foto mu sekelas fotografer profesional.


What you need:
1. Kardus mie bekas
2. Tiga lembar kertas folio polos
3. Kertas asturo warna bebas (yang kamu suka) tapi pastikan warna putihnya bersih ya!
4. Lakban
5. Cutter, Gunting dll

Gimana? Bahannya gampang banget kan buat di dapetin? Bahkan kalau semuanya udah tersedia, kamu nggak perlu ngeluarin receh sama sekali!

Terus cara bikinnya kayak gimana? Jadi gini cara bikinnya, pertama potong tutup kardus sisain 1 bagian penutup untuk dasar foto. Kedua lubangi kardus bagian depan, samping kanan dan samping kiri dengan ukuran tepi 3-4 cm. Setelah itu tempelkan kertas folio dengan lakban di bagian dalamnya kayak gini: 





Gimana? Gampang kan?

Dan hasil fotonya kayak gini


Lightingnya bisa pakai lampu belajar dan kameranya menyesuaikan, nggak harus DSLR, toh sekarang udah banyak smartphone yang menawarkan fasilitas kamera setingkat dengan DSLR. Selamat berkarya!

Pantai Sendiki: Surganya Pecinta Nol Mdpl

“Laut memang selalu bisa menghadirkan kebebasan.”
― Suryawan W.P., Hari Tak Selamanya Malam
Ngadem nih ceritanya
Entah kenapa ya, pantai itu nggak pernah bikin bosen. Suasananya yang tenang dan damai, deburan ombak yang bikin adem ayem, anginnya yang semilir, pasirnya yang lembut (nggak semua sih) meskipun jujur selama ini aku nggak pernah nyoba deket-deket sama bibir pantai, takut keseret ombak soalnya nggak bisa renang πŸ˜…

Satu hal yang bikin bangga jadi orang Malang ya ini! Kota Seribu Pantai. Meskipun udah 21 tahun hidup di Malang, kayaknya aku belum sempat ke semua pantai di Malang saking banyaknya. Selain karena alasan kesibukan, waktu dan partner main yang suka beda jadwal kuliah.

Ada satu pantai, yang amat sangat kuakui suasananya me-time-able banget. Duh pokoknya pantai ini tuh juara! (di hati aku 😜) soalnya udah bikin jatuh cinta dari pertama kali sampai di sana. Post ini ditulis sambil ngebayangin gimana ademnya Pantai Sendiki, gimana iyupnya, gimana sembarang kalirnya. Wes pokok e top lah! (Aduh lebay). Bisa dibilang post ini tuh late post banget, berhubung udah lama jadi draft dan baru sempat dijamah yaudah lah yaa daripada nggak kepublish, biasa aku sok sibuk ngerjain proposal skripsi.


Jadi di Pantai Sendiki ini tuh terkenal dengan pasir putihnya yang lembut, bisa dipakai gulung-gulung manja, soalnya empuk banget sumpah serius. Selain itu pantai ini tuh instagramable, ada ayunannya kayak foto diatas tuh. Terus ada pondok-pondokannya, sejenis rumah kayu yang katanya sih disewain buat siapa pun yang mau nginep disana. Tarifnya? Aku lupa nanya 😞 Disana juga bisa  ngecamp loh, sayangnya aku sampai saat ini belum pernah sih ngecamp di pantai, jadi nggak bisa cerita gimana suasana di sana pas malam.

Pantai Sendiki ini tepatnya ada di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Kalau dari arah JLS lumayan jauh, karena posisinya memang di ujung JLS. Tapi kalian nggak akan nyesel kalo kesini, karena Sendiki adalah SURGA DUNIA bagi pecinta pantai.


Jika ditempuh dari Kota Malang, jaraknya sekitar 60 km atau paling nggak 3 jam perjalanan (?) lama ya haha. Kalo aku sih dari Kepanjen jadi cukup 1.45 menit saja sampai 😊. Rute yang harus dilewati adalah Malang Kota - Gadang - Bululawang - Krebet - Turen - Sumbermanjing Wetan menuju Pantai Tamban, nah sekitar 2 km dari Pantai Tamban ini lah posisi Pantai Sendiki. Pantainya memang nyempil, tapi pesonanya Masha Allah. Biaya tiket masuk seharga Rp 5000 dan parkir Rp 5000.

Jalan menuju Pantai Sendiki saat ini udah mulai direnovasi, kalau beberapa bulan lalu (Mei 2017) baru setengah jalan yang diratakan, mungkin bulan-bulan ini udah nyaris selesai, jadi perjalanan kesana bakal lebih nyaman lagi. Fasilitasnya pun oke banget, ada toilet bersih diluar area pantai, dan jalan ke Pantai pun bersih, ada banyak warung buat yang tiba-tiba lapar sehabis main air di pantai. Tapi baiknya, bawa bekal sendiri ala-ala piknik juga nggak buruk. Tapi jangan lupa sampahnya di bawa pulang atau dibuang di tempat sampah yang disediakan ya! Please jangan cemari pantai seeksotis ini dengan sampah-sampahmu. πŸ˜”

Seelaras First Product Photoshoot (Studio Ala-Ala)


Yeaay! Setelah sekian lama vacuum karena beberapa alasan termasuk sibuk kuliah (alasan doang) πŸ˜€Akhirnya Seelaras Outfit kembali hadir, salah satu alasan kenapa aku memutuskan untuk mengelola Seelaras Outfit lagi adalah karena ngerasa eman, ngerasa kalau aku harus menyelesaikan apa yang sudah aku mulai. Genap setahun terbengkalai dan stock macet bikin frustasi, sekarang aku memutuskan untuk memproduksi baju sendiri meski kecil-kecilan satu model satu stok, karena menyesuaikan budget juga sih, sedangkan kemauan pelanggan selalu ingin banyak pilihan. Jadi makin sibuk ke toko kain sana sini, nemuin penjahit, cari referensi model dan mantengin baju cewek-cewek di mall. πŸ˜†

Demi meningkatkan kualitas store online ini, aku nyoba mengubah konsep foto produk menjadi seperti ala-ala studio foto. Berhubung, dulu sempat punya alat studio indoor sederhana jadi dimanfaatin lah biar nggak mangkrak.


Dibalik foto yang waw terdapat pemandangan barang dan sepatu kececeran yang tertutup kain kaos kiloan. 😝 Modelnya pun sukarelawan, temen SD yang berkenan hadir di proses pemotretan dan rela di foto-foto dengan baju-baju yang unyu-unyu dari Seelaras hahaha. Matur nuwun sanget Konco! (Eh intip juga deh katalognya Seelaras Outfit, siapa tau kamu kepincut baju-bajunya 😊)

Setelah proses editting jadilah foto katalog macam ini.....

Masih banyak yang harus dipelajari untuk bisa dapatin hasil yang cetar dengan peralatan yang seadanya, untuk menghasilkan foto produk yang layak dan bener-bener bisa membuat konsumen tertarik. Edittingnya pun masih sebatas Adobe Lightroom. Belum aneh-aneh, karena memang keterbatasan waktu (dikejar deadline target upload perdana).

Semoga next, bisa lebih baik dan konsepnya bisa lebih matang πŸ˜‡

Catatan Mahasiswa: Suka Duka Kuliah di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Dulu waktu masih semangat-semangatnya milih kampus pas lulus SMA, kepengen banget masuk jurusan ekonomi murni. Pokoknya harus ekonomi murni, biar bisa jadi Ekonom Muda, seperti Bu Sri Mulyani dengan prestasi-prestasinya yang bikin berdecak kagum. Tapi apa dikata, restu kuliah di luar kota tak dapat ku kantongi 😞(langsung patah hati sepatah-patahnya).


Sampai akhirnya modal nekat, daftar SNMPTN hanya mengisi satu pilihan jurusan dan kampus, hanya satu pilihan. Keterima ya untung, nggak keterima ya udah daftar kuliah di univ swasta aja. Pasrah.... Tapi namanya rejeki emang nggak kemana, Alhamdulillah meskipun niatnya iseng alias nggak diniatin banget akhirnya keterima di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, jurusannya? AKUNTANSI! 😐 Seneng? Seneng sih, alasannya karena nggak perlu ribet ikutan SBMPTN, nggak perlu ikut-ikutan tes mandiri kampus sana-sini, jadi nggak perlu lagi belajar pelajaran yang lebih susah dari Ujian Nasional. Hehe. Udah gitu aja alasan senengnya (kayak nggak ada gregetnya ya? Pemalas).

Tapi itu dulu, pemikiran anak SMA yang baru lulus dan lagi seneng-senengnya mau kuliah. Sekarang? Lebih bersyukur karena bisa menjadi bagian dari kampus ini. Banyak cerita yang sudah dilalui untuk sampai ke tahap sekarang. Banyak perjuangan yang udah dilalui untuk bisa bertahan sampai hampir di puncak (baca: skripsi). Postingan ini bentuk dari rasa syukur karena takdir yang selama ini seakan biasa-biasa aja ternyata mempertemukanku dengan orang-orang baru yang akhirnya menjadi saudara.

Untuk adek-adek yang mungkin cari cerita atau review kuliah di UIN Maliki Malang, ah ketauan pasti lagi galau mau kuliah di UIN Maliki apa nggak? Wkwk.

Kalau ditanya, enak nggak sih kuliah di UIN Maliki Malang? Aku jawabnya tergantung yang menjalani. Selama ini aku merasa fine-fine aja, malah sudah kerasan, tapi tetep maunya lulus 8 semester aja, jangan lebih hehe. Semuanya tergantung dari bagaimana kita menjalani kuliah, bergaul dengan siapa, mengisi waktu luang dengan apa, dan kontribusi apa yang kita kasih selama kuliah (padahal penulis belum ngasih kontribusi apa-apa selama ini πŸ˜‚).

Tapi ini hal-hal yang pastinya akan jadi momen paling ngangenin selama kuliah di UIN Maliki Malang:

#TINGGAL DI MAHAD
Tahun pertama sebagai mahasiswa baru UIN Maliki Malang, wajib hukumnya tinggal di mahad. Tinggal sekamar dengan 8-10 orang yang berbeda jurusan selama dua semester. Mulai dari bangun sampai tidur lihatnya wajah-wajah temen sekamar lagi, rebutan kamar mandi sampai numpang mandi ke kamar tetangga, capeknya ngeliatin temen yang tugasnya seabrek (biasanya anak saintek), sampai bingung kenapa diri sendiri kayak nggak pernah dapat tugas πŸ˜‚, titip-titipan beli makan, curhat-curhatan kalau ketemu gebetan, isengin temen sekamar yang ultah, dan masih banyak lagi. Setahun itu bentar, cepet banget rasanya. Mungkin awalnya ngerasa bosen? Tapi dinikmati ajalah karena momen itu adalah salah satu momen ngangenin, serius.

Setiap pagi dari Senin-Jumat harus bangun subuh, padahal baru tidur jam 12, buru-buru ke masjid buat shalat shubuh berjamaah, seminggu dua minggu masjid pasti pada full, bahkan sampai dzikir selesai. Tapi pemandangan akan berubah di tengah semester, akan banyak manusia bergelimpangan di atas sajadah sambil nunggu dzikir selesai. Abis jamaah, kegiatan selanjutnya adalah sobahul lugho, dan taklim atau ngaji. Nah baru deh tepat jam 7 kegiatan mahad berakhir dan masing-masing bisa mempersiapkan kuliah. Di Mahad juga ada jam malam, jam 9 (putri) atau 10 (putra) tepat semua mahasantri harus sudah balik ke mahad, kalau nggak bisa kena iqob (hukuman).

Banyak banget kegiatan selama di mahad misalnya khataman akbar setiap bulan di Sport Center, Lomba Manasik Haji, dan kegiatan masing-masing mahad, jadi mahad di UIN ini terbagi mejadi 9 gedung yaitu Mahad Ummu Salamah, Mahad Khadijah Al-Qubra, Mahad Fatimah Az-zahra dan Mahad Mahad ABA (lupa kepanjangan nama siapa) di area mahad perempuan. Sedangkan Mahad Ibnu Sina, Ibnu Rusydi, Ibnu Khaldun dan 2 lainnya di area mahad laki-laki. Masing-masing area memiliki masjid, di area mahad perempuan ada Masjid Ulul Albab dan di area mahad laki-laki ada masjid At-Tarbiyah. Kampus segitu punya 2 masjid? Ini salah satu ciri khasnya πŸ˜†

#ENAKNYA KULIAH?
Kalau ditanya begini, jawabannya sama aja. Enaknya cuma jam kuliah lebih fleksibel. Nggak sepadat sekolah yang harus mulai jam 06.30 sampai jam 15.00. Nggak enaknya tugas suka datang berjamaah, dengan deadline hampir bersamaan. Disitulah kami merasa kuliah itu berat. Apalagi yang kebiasaan buruk ngerjain tugas dengan sistem kebut semalam macam saya 😜

Selama kuliah, kesuksesan kita adalah tergantung keaktifan kita juga. Kalau kita nggak aktif, kelar deh nilai bakal pas-pasan, you must be humble, SKSD sama dosen atau setidaknya melakukan hal-hal yang diinget sama dosen (nggak terasuk sering telat loh ya) itu penting, siapa tau suatu saat dipercaya dosen untuk melakukan hal-hal penting.

Banyak-banyakin ikut komunitas, kepanitiaan dan organisasi yang menurut kamu sejalan dengan passion dan tujuanmu. Tapi jangan sampai ngebela-belain jadi aktivis sampai kuliahnya keteteran, tanggung jawab kita tetep kuliah. 

Accounting Squad jaman Maba (ah aku masih untjuuu 😚)
#PERKULIAHAN PENUH BAHASA ARAB (PPBA) serius bukan ini kepanjangannya wkwk
Ini adalah perkuliahan penuh drama, coba dibayangkan kuliah mulai jam 14.00 sampai jam 20.00. Bosennya kayak apa? Apalagi yang dari TK sampai SMA sama sekali nggak pernah nyentuh yang namanya nahwu dan kawan-kawannya, jadilah pendengar yang tingkat pemahamannya ngambang.

#KRS-AN TENGAH MALAM 
Kalau yang ini mungkin sebagian besar mahasiswa ngalami, tapi pengalaman KRSan anak uin sering diliputi dengan drama juga, mulai dari sistem down sampai sistem acak-acakan. Berburu free wifi, atau rebutan koneksi wifi di depan rektorat (maba yang ngga pulang kampung nih).

#KKM
Ini adalah agenda mahasiswa semester 4 menjelang 5. Kuliah Kerja nyata berbasis Masjid. Sama seperti KKN kampus lain, hanya satu yang membedakan yaitu kita berbasis masjid, jadi kita akan bekerja sama dengan masjid setempat untuk melakukan kegiatan, jadi Islam banget kan hehehe. KKM berlangsung selama satu bulan, biasanya dilaksanakan sehabis hari raya idul fitri. Tiap kelompok terdiri dari 10-13 orang yang akan disebar di seluruh penjuru Malang Raya.

Nggak semua bisa diceritakan disini, untuk siapa pun yang kuliah di sini pasti akan punya kenangan masing-masing versi, tapi poin-poin yang aku sebutin ini pasti semua anak UIN ngalamin, dan disana pasti ada kelucuan dan segala macam peristiwa yang nggak bisa dilupain. Semangat! Skripsi! 😜

Alhamdulillah 4 tahun ahaha
[UPDATE] Alhamdulillah saya udah lulus, sarjana Akuntansi dari UIN Maulana Malik Ibrahim sejak April 2018 dan wisuda pada Agustus 2018. Setelah lulus, ngerasa banyak banget peningkatan di kampus, mulai mengedepankan fasilitas pendukung buat mahasiswanya. Nggak banyak yang berbeda dari kampus satu dengan kampus yang lain. Yang menjadi pembeda adalah lingkungan pergaulan kita selama kuliah, karena pola pikir kita dibentuk dari sana πŸ˜‡

[REVIEW] Sun Protection Emina vs Suncare Ristra

Seberapa penting sih kita pakai suncare atau sunscreen? Jawabannya penting banget. Kondisi lingkungan kita tinggal apalagi di kota pasti sudah nggak sebagus di desa yang banyak rimbun-rimbunnya. Semakin lama semakin panas, bikin dampak sinar matahari berlebih juga semakin buruk. Terutama untuk kalian yang sebagian besar aktivitasnya di luar ruangan. Your skin need suncare, indeed.

Efek buruk dari sinar matahari bisa bikin kulit kamu nggak cuma gosong, dalam jangka panjang akan mempercepat munculnya flek hitam. Dan flek hitam itu adalah satu-satunya masalah kulit yang sampai saat ini belum terpecahkan, karena selama ini yang aku rasain flek hitam nggak bisa hilang, yang bisa kita lakukan cuma memudarkan. Itu pun butuh waktu yang cukup lama. Jadi sebelum terkena efek buruk semacam flek hitam, nggak ada salahnya kamu menghadangnya duluan 😝

Aku sendiri sampai saat ini masih mencoba 2 merk suncare, dan secara pribadi dua merk ini udah cukup memenuhi kebutuhan kulit kita, nggak bikin makin oily dan nggak bikin grassy.

1. Ristra Suncare SPF 17

Ini adalah suncare yang pertama kali aku pakai sejak aku mulai aware sama kulitku yang tiap hari terpapar sinar matahari (maklum anak jalanan). Suncare ini enak dipakai, nggak bikin berminyak, dan aweetnya itu loh yang bikin suka. Teksturnya hampir kaya lotion, dan wanginya juga natural. Satu-satunya yang nggak aku suka dari suncare ini adalah efek putihnya, jadi sering bikin bekas jerawatku semakin keliatan kalau diolesi ini. Dan yang bikin gemes setiap aku kelebihan ngeluarin suncare ini ke tangan dari tubenya, sisa belepotan di lubangnya jadi kering.

Harganya bekisar Rp 70.000 untuk 100ml (bisa beda-beda di tiap toko, selisihnya bisa banyak antar toko). 


Kandungan Ristra Suncare SPF 17

 2. Emina Sun Protection SPF 30

Merasa kurang puas dengan SPF 17, aku berniat mencari pengganti si Ristra (kumat deh hasrat coba-cobanya), pas main-main ke Guardian eh lihat-lihat produk Emina dan disitu aku nemu Sun Protection ini, setelah dibaca lumayan nih SPF nya tinggian, tanpa ragu langsung deh aku beli. Harganya sekitar Rp 28.000 di Guardian netto 60ml.



Dilihat ingredientsnya suncare ini mengandung Aloe Vera, ya kamu tahu kan fungsi aloe vera kayak gimana, rekomendasi banget buat kelembaban kulit dan banyak produk yang saat ini menomor satukan kandungan aloe vera karena manfaatnya yang nggak perlu diragukan lagi.

Setelah dioles-oles dan kubandingkan dengan Suncare punya Ristra, suncare Emina ini menurutku lebih lembab dan meresap ke kulit, ringan banget! Finishnya juga nggak bikin putih kayak Ristra. Teksturnya lebih water jadi nggak perlu takut belepotan di muka karena keburu kering.


Atas : Emina Sun Protection SPF 30
Bawah : Ristra Suncare SPF 17
Kelihatan kan teksturnya kayak gimana? Selain itu aku makin suka karena SPF 30 nya lebih tinggi dibanding Ristra, jadi dia punya kemampuan melindungi kulit lebih lama dibanding SPF 17. Aku langsung kepincut sama produk Emina yang satu ini. Enak banget di kulit, meresap. 

Jadi mending mana? Dua-duanya enak dipakai, hanya saja Emina lebih unggul di SPF dan teksturnya lebih ringan. Sampai saat ini aku masih suka gantian kalau pakai suncare, untuk oil control dua produk ini cukup mumpuni, karena selama menggunakan nggak ada ceritanya kulit jadi kusam karena berminyak. 😁

Nah, buat kamu yang sampai saat ini belum menggunakan suncare saat beraktivitas di luar ruangan, segera sadar deh betapa bahayanya dan tersiksanya kulitmu. Jadi sebelum flek hitam, gosong dan belang menyerang, kita harus melakukan pencegahan 😊

Ekstrimnya Tanjakan Dhemit Demi Puncak Budug Asu

Akhirnya rasa penasaranku ke tempat wisata yang satu ini terpecahkan. Ada yang sudah ke Budug Asu nggak? Ini nih salah satu wisata di Malang yang letaknya dekat dengan gunung Arjuno. Kalau mau kesini kalian harus membulatkan tekad dulu, karena untuk sampai di puncak Budug Asu lumayan jauh sekitar 1-2 jam untuk sekali perjalanan dengan jalan kaki, kalau naik sepeda motor/trail bisa sampai sekitar 30-45 menitan. Karena aku dan temen-temen kesana lewat Kebuh Teh Wonosari jadi kita harus jalan untuk sampai ke Budug Asu. Sebelumnya temenku juga kesini dan lewat jalur BBIB Singosari, nah dia bisa naik sepeda sampai ke puncak, lumayan nggak capek-capek banget dan dia baru bilang pas aku udah pulang dari sana hgggg.

Lewat kebun Teh Wonosari kamu cukup bayar biaya masuk area kebun dan parkir:
Rp 10.000/orang weekday 
Rp 15.000-Rp20.000/orang (weekend) lupa hehe
Rp 2.000/sepeda motor

Nanti sebelum naik ke Budug Asu juga bayar Rp 5.000/orang, kebetulan waktu itu aku kesana udah siang jadi loketnya udah tutup, Gratis deng haaha!

Perjalanan ke sana cukup menguras tenaga, apalagi track yang masih batu dan pasir lembut, jadi kalian harus ikhlas kalau sepatu kalian bakal kotor. Satu lagi yang amat sangat penting, kalau kalian memutuskan untuk berjalan kaki, belilah air mineral ukuran 1L untuk tiap orang, dari pengalaman kemarin kita sampai kehabisan air dan itu bener-bener menyiksa, di puncak memang ada warung sih tapi kayaknya buka kalau pas weekend aja.
Track menuju Budug Asu

TRACK PALING EKSTRIM!
Pas sampai di loket Budug Asu kalian akan dihadapkan dua jalur untuk sampai ke puncak yaitu jalan biasa yang lebih jauh atau jalan dekat yang ekstrim. Terus mending lewat mana? Tergantung. Kalau kamu nggak mau capek kamu bisa ambil jalur biasa meskipun waktu tempuhnya lumayan lebih lama. Tapi kalau kamu suka track yang menantang mending lewat Tanjakan Dhemit deh, dijamin perjalanan kalian akan terkenang! Haha. Tapi balik lagi dari kondisi kalian, kalau kalian atau salah satu temen kalian phobia ketinggian lebih baik hindari track satu ini. Nggak apa-apa lewat jalur yang lebih jauh asal selamat. 


Yakinlah perjuangan itu bakal terbayar dengan pemandangan yang kalian dapat di puncak sana. It’s absolutely amazing!
Puncak
Ini cuma dari sisi kamera aja udah bikin adem mata. Apalagi kalian bisa lihat gugusan gunung Arjuno lebih dekat langsung di Budug Asu. Lain kali pasti balik lagi ke sini, tapi mending pakai sepeda motor, karena lebih efisien waktu dan tenaga hehe.

Area Foto Budug Asu
Nah semoga post ini berguna buat kalian yang punya plan buat main ke Budug Asu dan belum tau harus gimana nanti kesananya. Tunggu postingan trip selanjutnya ya!

UMKM Go Online Road to One Million

Hari ini dapat kesempatan buat jadi peserta seminar di kampus tercinta. Judul seminar ini keren banget  loh "UMKM Go Online Road to One Million", dari judulnya udah berat kan artinya hwhww. Jadi makin semangat nyimak. Seminar yang diadakan di Rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim ini tak hanya mengajak para mahasiswa tapi juga para komunitas bisnis UMKM, dan pelaku UMKM. Karena sesuai tujuannya, acara ini diadakan untuk mempertemukan para owner UMKM yang ingin go online dengan mahasiswa yang merupakan generasi milenial, generasi serba digital, yang mana kemampuan dan pengetahuan marketing dan e-commerce lebih mumpuni. That's why kegiatan ini mengusung tema #PahlawanDigital bukan pahlawan bertopeng ya 😝



Nggak hanya sampai disitu, pembicara dari seminar ini juga orang-orang keren dibidang UMKM. Mereka mengupas habis kenapa sih kita harus menjadi salah satu bagian dari kemajuan UMKM Indonesia? Kenapa sih harus UMKM? Kenapa nggak perusahaan-perusahaan yang sudah multinasional? FYI, di Indonesia minat masyarakat terhadap dunia wirausaha masih sangat-sangat minim jika dibandingkan dengan jumlah popuasi Indonesia, buktinya hanya sekitar 1,67% dari populasi Indonesia. 

Update :  Menurut catatan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), seperti yang diungkapkan oleh Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, jumlah pengusaha di Indonesia meningkat dari yang sebelumnya hanya sebesar 1,67% menjadi 3,10% dari total jumlah pendudukan Indonesia yang saat ini sebanyak 225 juta jiwa. -Koinworks

Jika dibandingkan dengan angka negara-negara seperti Malaysia, Thailand, Singapura, Amerika, Korea Selatan tentu saja nilai ini masih sedikit. Terus siapa yang bisa membangkitkan keinginan berwirausaha? Tentu saja KITA! Siapa lagi jika bukan generasi kita, apalagi dengan jumlah generasi produktif terbanyak di masanya, kemauan untuk berwirausaha harus ditanamkan, merubah mindset dari MENCARI LAPANGAN PEKERJAAN menjadi MENCIPTAKAN LAPANGAN PEKERJAAN. 

"Menjadi pegawai boleh, tapi jangan jadikan ini satu-satunya tujuan hidup kita."

Kita bisa berkaca pada China, kenapa produknya bisa membanjiri negeri kita? Karena UMKM mereka mampu bersaing di kancah internasional.  Lalu UMKM kita? Sudah saatnya generasi muda memberikan empati pada UMKM, menjadi pahlawan UMKM sekaligus menjadi bagian dari kesejahteraan nasional. Menjadi bagian dari perubahan perekonomian usaha kecil untuk bisa bersaing di kancah internasional. Yuk generasi muda!

Kobarkan Jiwa Wirausaha!

Gallery: Potret Pekerja Keras

Merjosari, Kota Malang

NIKON D5200 
f/6.3
1/200
ISO 500

Merjosari, Kota Malang
 NIKON D5200 
f/6.3
1/200
ISO 500
Merjosari, Kota Malang
 NIKON D5200 
f/6.3
1/250
ISO 200
Kota Malang
 NIKON D5200 
f/3.5
1/160
ISO 1000
Kota Malang
NIKON D5200 
f/3.8
1/125
ISO 1000
Hasil hunting Human Interest  tahun 2015, waktu masih awal-awal megang kamera, awal-awal belajar manual, jadi hasilnya masih nggak maksimal. Hehe.

[REVIEW] ILLUMINARE Smooth & Fresh Moisturizer & Refresh Facial Wash Acne Defyer

Siapa sih yang kalau pergi belanja suka meleset, niatnya beli apa jadinya beli apa? Hehe. Cewek nih yang biasanya suka bikin onar shopping list. Kebanyakan pasti barang yang nggak masuk di list malah kebeli deh!

Awalnya cuma penasaran sama couter Century di Malang City Point sekalian mau cari moisturizer, kebetulan moisturizer Jafra udah abis, nggak berminat repurchase lagi dan berniat cari pelembab yang lebih enak dipake. Kenapa ganti? Ya karena ngga sreg memang, kalo merasa nggak cocok ngapain diterusin? Kasian kulitnya 😟
Yang kiri: Illuminare Refresh Facial Wash Acne Defyer, Yang kanan : Iluminare Moisturizer Acne Defyer

Sampai di century, Mbak BAnya langsung nyamperin dan menanyakan mau cari produk apa. Aku langsung bilang mau cari moisturizer yang nggak bikin jerawatan dan nggak bikin kulit makin kering. Mbaknya langsung sigap nunjukin salah satu produk Jepang yang katanya bagus, dan banyak yang cocok. (Aelah, kulitku mah beda sama kulit orang-orang, agak manja nih, yang umumnya cocok malah nggak cocok di aku, makanya sampe sekarang misteri skincare yang cocok belum terpecahkan).

Setelah Mbaknya ba bi bu, akhirnya pertahanan pikir-pikir dulu nggak mempan. Gini nih kalau belinya nggak cari review dulu, suka iyain aja apalagi udah dicobain ke tangan. Akhirnya kebeli Illuminare Smooth & Fresh Moisturizer Acne Defyer.

SMOOTH & FRESH MOISTURIZER ILLUMINARE ACNE DEFYER
Netto 125ml
Product by Naris Cosmetics Japan
IDR Rp 130.000
Rating 3/5

Seperti yang tertulis di kemasannya, Moisturizer ini mengandung Salicylic Acid yang berguna untuk merawat kulit kamu yang berjerawat, selain itu juga mengandung ekstrak daun buah persik yang punya keunggulan dalam melembabkan kulit.
First impression, wanginya menyengat (harum kok, tapi aku memang agak sensitif sama moisturizer atau sabun wajah yang wanginya keterlaluan), lumayan melembabkan dan dingin waktu dipakai, but aku merasa pelembab ini kurang bisa meresap sama kulit jadi kerasa banget ada yang nempel di muka. Jadi setiap dipakein bedak, bedaknya jadi belepotan di wajah alias nggak rata.


Minggu kedua pemakaian aku masih bertahan, karena nggak ada tanda-tanda jerawatan atau bruntusan, artinya aku lumayan cocok dengan pelembab ini meskipun secara hasil juga nggak memberikan hasil yang bagus (aslinya sayang karena masih banyak).

Ah akhirnya main ke Century lagi buat coba sekalian beli facial washnya (serius ini kekhilafan). Berharap facial washnya tokcer dan bikin jatuh cinta dari pemakaian pertama.



REFRESH FACIAL WASH  ILLUMINARE ACNE DEFYER
Netto 100g
Product by Naris Cosmetics Japan
IDR Rp 95.000
(padahal di web century lagi diskon entah mengapa di counter nggak dapet diskon πŸ˜•) 
Rating 1/5

First impression, teksturnya padat dan busanya melimpah! Setelah pemakaian langsung berasa keset di muka.

Sayangnya! Sabun ini bener-bener bekerja dalam mengurangi minyak! Kulitku yang normal kombinasi (Oily di T Zone) jadi semakin kering setelah dua minggu pemakaian. Ditambah lagi udara Malang yang waktu itu ekstrem dinginnya, sampai-sampai mukaku kerasa tegang. Hingga pada hari kesekian, di bagian sekitar bibir mucul bintik-bintik yang selama ini belum pernah aku alami. Seperti jerawat tapi bukan, ternyata kulitku sudah nggak kuat dengan kondisi keringnya. Jadilah aku menghentikan pemakaian facial wash dari Illuminare ini.

Baca juga : Bekas Jerawat Hilang dalam Sekejap: Mikrodermabrasi di Larissa Aesthetic Clinic

Menurutku Illuminare ini cocok banget buat kalian yang memiliki kulit berminyak dan tinggal di daerah yang lumayan panas, seperti pengalamanku memakai produk ini minyak di wajah memang seakan hilang. Hanya saja kulitku nggak menerima karena terlalu keringnya.

Ah pada akhirnya balik lagi ke Clearing Wash Tea Treenya The Body Shop!

Catatan Mahasiswa : Dikejar Deadline, Ini Dia Kesalahan Pengajuan Izin PKL

Hasil gambar untuk mahasiswa tingkat akhir

Penghujung semester 6 itu masa sibuk-sibuknya mahasiswa, mulai dari harus KKN, PKL, magang dan atau semacamnya. Ada juga beberapa kampus yang tidak mewajibkan mahasiswanya mengikuti salah satu kegiatan itu. Bebas mah. Nah, kampusku kebetulan mewajibkan KKN dan magang pada waktu tertentu sebagai syarat kelulusan. KKN wajib di semester 4 dan PKL wajib di semester 6 atau 7. Kalau nggak lulus KKN ya nggak bisa PKL. Berati lulusnya molor dong 😞Tapi pasti lulus kok KKNnya wkwk~

Beberapa kampus seperti politeknik memang ada yang sudah menyediakan pilihan tempat PKL bagi mahasiswanya, tapi untuk kebanyakan universitas mahasiswa diminta untuk secara mandiri mencari tempat PKL mereka. Pencarian ini pun tidak semudah yang dibayangkan, butuh kesabaran ekstra dan mental baja menghadapi segala kemungkinan, termasuk kemungkinan ditolak *wetseh*.

Jadi sedikit cerita pengalaman mencari tempat PKL, kemarin (Mei 2017) kami sempat kalang kabut ketika permohonan PKL mendadak tidak bisa dipenuhi oleh perusahaan tertuju dengan alasan quota mereka full. Padahal kami sudah mengajukan surat permohonan dari Januari 2017. Bayangkan saja pengajuan 3 bulan sebelum pelaksanaan saja bisa nggak tembus apalagi yang mendadak H- sebulan. WKWK. Kebetulan perusahaannya memang skala internasional, hehe.

Akhirnya kami bingung karena kabar yang kami terima mepet banget sama deadline pengumpulan lokasi PKL. Disitulah dilema terjadi. Keluar masuk kantor satu ke kantor lainnya, mencari tempat yang menerima kami untuk PKL dengan waktu semepet itu. Namun, apalah dikata....hampir seluruh kantor sama-sama sudah penuh anak PKL yang mengajukan jauh-jauh hari. Terutama di instansi pemerintahan, ada beberapa instansi yang mengharuskan adanya MOU dan Perjanjian Kerja Sama antara instansi dan institusi. Untuk yang belum memiliki keduanya, akan butuh waktu lama untuk mengurusnya (kurang lebih sebulan). Jadi kalau waktu kalian sudah tidak memungkinkan, lebih baik cari tempat lain aja ya. Dan kalau sudah amat sangat mepet sekali, satu-satunya harapan adalah mengajukan izin PKL di perusahaan swasta menengah. Kalau masih nggak nutut juga, sudahlah lupakan rencana kalian untuk PKL.

Tapi Allah masih menyertai Mahasiswa Tingkat Akhir ini, H-0 hari deadline pengumpulan tempat PKL, kami diterima PKL di sebuah perusahaan swasta. Hari itu mengajukan, hari itu juga kami dinyatakan diterima. SUJUD SYUKUR. Kok bisa? Namanya juga rezeki πŸ˜‚. Karena kami nyaris putus asa, telat PKL telat skripsi, telat lulus..... telat............Sudah parno sendiri, dan hampir memutuskan untuk PKL semester depan. Tapi Allah ternyata berkehendak lain. *Hikmah nih*

Setelah kami mengevaluasi diri, memang ada beberapa kesalahan yang tidak kami perhatikan saat mengajukan permohonan izin PKL. Untuk kalian mahasiswa yang saat ini akan mengikuti kegiatan PKL, dan berencana mengajukan izin, ada beberapa poin penting dan harus benar-benar diperhatikan berkaca dari pengalamanku:

  1. Caritau tentang perusahaan yang akan kalian tuju. Kalian bisa browsing, atau tanya-tanya ke kakak tingkat yang sudah pernah PKL disana, tanyakan detail bagaimana lingkup kerja perusahaan yang akan kalian tuju. Semakin besar perusahaan, persiapan kalian harus sudah matang jauh-jauh sebelumnya. Jadi, pastikan dulu!
  2. Ajukan permohonan PKL sesuai prosedur, mungkin ada beberapa dari kalian yang memilih sebuah perusahaan karena ada kenalan saudara atau tetangga yang bekerja di perusahaan itu. Tapi ingatlah hal itu nggak banyak membantu dari pengalaman yang sudah kami alami. Jadi sebaiknya memang kita minta diperkenalkan langsung dengan bagian HRD, temui langsung, tanyakan langsung dan serahkan langsung surat-suratnya, jangan hanya titip surat aja. Karena sebagian besar mereka akan sibuk dengan pekerjaan masing-masing dan kita sebagai orang yang dibantu akan merasa sungkan jika terus menanyakan perkembangan pengajuan izin itu. Kecuali kalau itu perusahaan bapak atau ibu atau pakde atau bude kamu. Hehe. Beres sudah.
  3. Ajukan surat izin PKL minimal 2 bulan sebelum pelaksanaan, apalagi jika perusahaan yang kalian tuju adalah perusahaan bonafit dan perusahaan multinasional atau bahkan internasional. Sudah jelas akan banyak mahasiswa yang juga mengajukan PKL disana, hanya saja perusahaan memiliki aturan tersendiri terkait jumlah atau quota dalam menerima mahasiswa PKL, tidak semua yang mengajukan akan diterima, bisa dibilang siapa cepat dia yang dapat duluan. Atau bisa juga sebelum menyerahkan surat, kalian menanyakan ketersediaan quota via telepon biar lebih efektif tanpa harus menunggu sesuatu yang tak pasti.
  4. Ketika mengantarkan surat pastikan meminta tanda terima. Terutama jika surat itu hanya bisa sampai di pos satpam pastikan kalian membuat tanda terima untuk surat yang kalian serahkan. Untuk jaga-jaga siapa tau suatu saat suratnya ketlisut jadi kalian punya bukti bahwa memang sudah menyerahkan suratnya ke pihak perusahaan.
  5. Terpenting! Mintalah contact person bagian HRD atau bagian yang mengurusi penerimaan mahasiswa PKL. Ini penting untuk memantau bahwa surat kalian sudah diterima dan diproses dengan baik. Kalian juga bisa memfollow-up izin PKL kalian via telpon minimal 2 minggu setelah surat kalian diterima tanpa harus bolak-balik ke lokasi perusahaan, karena belum tentu juga pihak perusahaan bisa kita temui. Jika mereka sudah menyatakan kalian diterima, kalian bisa menanyakan detail waktu yang disediakan dan meminta surat balasan secara tertulis untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Itu dia sedikit saran untuk kalian calon mahasiwa PKL atau magang dari pengalaman yang sudah aku alami, semoga dengan saran tadi bisa membuat kalian lebih persiapan, dan bisa meminimalisir kemungkinan ditolak. Karena penolakan perusahaan bisa lebih sakit dari penolakan si doi. *Eahh*.

[Review] Jafra Dynamics Mattifying Series: Apa Kabar Jerawat? Breakout Parah!

Sedih nggak sih, kalau setiap ketemu teman selalu ditanya hal yang sama, 
"Kok jadi jerawatan sih?"
"Kamu salah perawatan ya?"
Dan masih banyak pertanyaan lain yang sebenernya aku risih dengarnya, notabene mempertanyakan penampakan wajah yang berubah dari agak mulus jadi breakout abis 😞. 

Beberapa bulan terakhir ini (sejak Februari 2017) aku mencoba produk skin care yang "katanya" alami, bebas hydroquinone dan merkuri dan berdasarkan testimoni yang tersebar hasilnya bagus banget ke wajah, investasi nih. Sayangnya untuk mereka yang baru lepas dari "cream kekerasan" harus mengalami fase "rebound" sebelum mendapatkan kulit wajah yang didambakan.

Sebelum memutuskan untuk beralih dari klinik kecantikan ke Jafra, aku sudah browsing-browsing, googling kesana kemari, buat menetapkan keyakinan seberapa hebat sih produk ini. Namun yang kutemukan hanyalah testimoni yang membuatku keracunan (wih masa iya sih hasilnya sebening ini 😲).

Akhirnya kutemukan salah satu consultan Jafra yang lokasinya dekat rumah, sesuai hasil konsultasi dengan consultant Jafra akhirnya aku mencoba Jafra Advanced Dynamics Mattifying (warna hijau) karena kulitku berjerawat (beruntusan sih), meski sebenernya tipe kulitku normal kombinasi (cenderung kering di pipi), harusnya memakai yang Advanced Dynamics Balancing (warna orange) tapi untuk ngobati jerawatnya pakai yang ijo dulu lah.

Sebelum memutuskan membeli full size aku memakai trial kit yang aku dapat dari starter kit Jafra, takutnya efek rebound yang kualami tak terbendung, mengingat dosa-dosaku berpindah-pindah klinik kecantikan bahkan memakai krim abal-abal yang bisa memutihkan dalam 48jam huhu berujung pada kulitku jadi kelewat sensitif. 😴

Baca juga : [REVIEW] MSGlow Skin Care Sebagus Testimoni Nggak Sih?

Oh iya ngomong-ngomong tentang starter kit nih, kamu bisa dapatin ini dengan cara daftar member Jafra dan akan dibimbing jadi consultant Jafra untuk menjalankan bisnis ini. Cukup dengan bayar 299rb kamu akan dapat starter kit berisi skin care lengkap ukuran sample, scrub, foot care, lipstik, kaca dan perlengkapan lainnya. Murah sih menurutku hehe~

Selama kurun waktu satu sampai dua minggu aku belum merasakan ada tanda-tanda rebound, tapi ketika berjalan sebulan, jerawat yang pada awalnya bruntusan di jidat mulai membesar. Area pipi yang awalnya mulus tak berjerawat pun mulai dihinggapi jerawat segede jagung!!! Ngeri 😭 

Ini dia produk yang aku pakai dari seri Mattifying:

1. Advanced Dynamics Mattifying Cleanser


Namanya memang cleanser, mungkin sebagian dari kamu mengira ini seperti milk cleanser yang dibersihkan dengan kapas/sponge. Tapi sebenarnya ini adalah facial wash, penampakannya memang seperti susu putih, harumnya natural, setelah pemakaian terasa efek segar dan lumayan mengontrol minyak (average), nggak bikin kesat sampai kering. Tapi nggak disarankan untuk kulit normal kombinasi apalagi pemakaian yang agak lama, karena setelah pemakaian 4 bulan kulitku mulai terasa kering, mungkin juga efek dari cuci muka lebih dari dua kali sehari hehe. Isinya sebanyak 125ml bisa dipakai 2-3 bulan dengan pemakaian normal dua kali sehari. Kali pertama beralih ke Jafra aku hanya menggunakan cleanser ini, berselang 2 minggu aku mulai memakai moisturenya.


2. ADM Day Moisture Broad Spectrum SPF 15


Nggak ada yang istimewa dari day cream ini, aku juga tidak merasakan efek apa-apa setelah memakainya beberapa minggu. Karena fungsinya memang untuk mengontrol minyak, aku rasa efek lembabnya kurang kena. Lumayan berat di kulitku, apalagi kalau sudah kering, cream ini susah ngeblend di kulit, malah jadi nggak bagus waktu dibedakin. Aku hanya kurang suka karena teksturnya terlalu cream. Isinya 50ml, sampai saat ini masih sisa sedikit dan sudah nggak aku pakai karena nggak suka sama finishnya.


3. ADM Night Moisture


Jujur night cream ini sebenarnya baru boleh dipakai waktu jerawat sudah sembuh dan tinggal bekas jerawat, tapi karena aku terlalu penasaran akhirnya kebeli juga hehe. Tapi aku nggak langsung pakai karena jerawatku pas lagi parah-parahnya, jadi cuma aku simpen. Baru kupakai dua kali, dan cream ini nganggur sampai saat ini. Isinya masih utuh. Kenapa nggak dipakai? Karena terlalu oily dan bikin jerawatku makin parah! Iyalah kan emang nggak boleh dipake waktu jerawatan 😜

Waktu bangun aku ngerasa wajahku abis djadikan tempat pengeboran minyak, dan kusamnya minta ampun. Jadilah kuhentikan dan cukup dua kali kupakai, nggak nyaman banget sih kalau tidur wajah sampai minyaknya over gitu. It's not hydrating but ........ 😟

3. Clear Blemish Treatment

Inilah yang mengeluarkan dan mengeringkan jerawatku silih berganti selama 3 bulan pemakaian. Pada awal pemakaian, aku rutin pakai ini sehabis memakai day moisture atau night moisture, jerawat yang awalnya beruntusan mulai memberi kode-kode kematangan dan mengempeskan diri. Tapi sayangnya after 3 months, it doesn't work anymore to my acne!!

Baca juga : [REVIEW] Sun Protection Emina vs Suncare Ristra

Jerawatku yang terlanjur membesar nggak kempes-kempes, malah makin banyak tapi tak kunjung sembuh. Karena sudah parno lihat wajah sendiri, serius I FEEL SO DEPRESSED, aku pun putus asa dan memutuskan untuk konsultasi dengan dokter SPKk saja. Ingat ya! DOKTER SPKk bukan dokter klinik kecantikan.

[UPDATE]
Diriku sudah menduga, namanya skincare pasti cocok-cocokan, sebagian besar orang yang cocok dengan produk Jafra ini karena komposisinya yang pas buat kulit mereka. Tapi entah mengapa ya setelah berhenti pemakaian Jafra, ketika aku coba olesin creamnya (karena sayang masih banyak) besoknya pasti nongol jerawat. Alhasil aku menyimpulkan bahwa jerawat yang muncul bukanlah efek rebound tapi karena kulitku nggak cocok sama produk ini, mau semahal apa ataupun katanya natural herbal atau apalah kalau kulitmu nggak mau nerima ya mau gimana lagi kan? Jadi memang sih, untuk nemu produk yang pas dan cocok sama kulit itu perlu trial error dan pengorbanan.

*Review ini adalah berdasarkan pengalaman dan penilaian pribadi, efek akan berbeda pada setiap orang dengan jenis kulit berbeda.