[REVIEW] ILLUMINARE Smooth & Fresh Moisturizer & Refresh Facial Wash Acne Defyer

Siapa sih yang kalau pergi belanja suka meleset, niatnya beli apa jadinya beli apa? Hehe. Cewek nih yang biasanya suka bikin onar shopping list. Kebanyakan pasti barang yang nggak masuk di list malah kebeli deh!

Awalnya cuma penasaran sama couter Century di Malang City Point sekalian mau cari moisturizer, kebetulan moisturizer Jafra udah abis, nggak berminat repurchase lagi dan berniat cari pelembab yang lebih enak dipake. Kenapa ganti? Ya karena ngga sreg memang, kalo merasa nggak cocok ngapain diterusin? Kasian kulitnya 😟
Yang kiri: Illuminare Refresh Facial Wash Acne Defyer, Yang kanan : Iluminare Moisturizer Acne Defyer

Sampai di century, Mbak BAnya langsung nyamperin dan menanyakan mau cari produk apa. Aku langsung bilang mau cari moisturizer yang nggak bikin jerawatan dan nggak bikin kulit makin kering. Mbaknya langsung sigap nunjukin salah satu produk Jepang yang katanya bagus, dan banyak yang cocok. (Aelah, kulitku mah beda sama kulit orang-orang, agak manja nih, yang umumnya cocok malah nggak cocok di aku, makanya sampe sekarang misteri skincare yang cocok belum terpecahkan).

Setelah Mbaknya ba bi bu, akhirnya pertahanan pikir-pikir dulu nggak mempan. Gini nih kalau belinya nggak cari review dulu, suka iyain aja apalagi udah dicobain ke tangan. Akhirnya kebeli Illuminare Smooth & Fresh Moisturizer Acne Defyer.

SMOOTH & FRESH MOISTURIZER ILLUMINARE ACNE DEFYER
Netto 125ml
Product by Naris Cosmetics Japan
IDR Rp 130.000
Rating 3/5

Seperti yang tertulis di kemasannya, Moisturizer ini mengandung Salicylic Acid yang berguna untuk merawat kulit kamu yang berjerawat, selain itu juga mengandung ekstrak daun buah persik yang punya keunggulan dalam melembabkan kulit.
First impression, wanginya menyengat (harum kok, tapi aku memang agak sensitif sama moisturizer atau sabun wajah yang wanginya keterlaluan), lumayan melembabkan dan dingin waktu dipakai, but aku merasa pelembab ini kurang bisa meresap sama kulit jadi kerasa banget ada yang nempel di muka. Jadi setiap dipakein bedak, bedaknya jadi belepotan di wajah alias nggak rata.


Minggu kedua pemakaian aku masih bertahan, karena nggak ada tanda-tanda jerawatan atau bruntusan, artinya aku lumayan cocok dengan pelembab ini meskipun secara hasil juga nggak memberikan hasil yang bagus (aslinya sayang karena masih banyak).

Ah akhirnya main ke Century lagi buat coba sekalian beli facial washnya (serius ini kekhilafan). Berharap facial washnya tokcer dan bikin jatuh cinta dari pemakaian pertama.



REFRESH FACIAL WASH  ILLUMINARE ACNE DEFYER
Netto 100g
Product by Naris Cosmetics Japan
IDR Rp 95.000
(padahal di web century lagi diskon entah mengapa di counter nggak dapet diskon πŸ˜•) 
Rating 1/5

First impression, teksturnya padat dan busanya melimpah! Setelah pemakaian langsung berasa keset di muka.

Sayangnya! Sabun ini bener-bener bekerja dalam mengurangi minyak! Kulitku yang normal kombinasi (Oily di T Zone) jadi semakin kering setelah dua minggu pemakaian. Ditambah lagi udara Malang yang waktu itu ekstrem dinginnya, sampai-sampai mukaku kerasa tegang. Hingga pada hari kesekian, di bagian sekitar bibir mucul bintik-bintik yang selama ini belum pernah aku alami. Seperti jerawat tapi bukan, ternyata kulitku sudah nggak kuat dengan kondisi keringnya. Jadilah aku menghentikan pemakaian facial wash dari Illuminare ini.

Baca juga : Bekas Jerawat Hilang dalam Sekejap: Mikrodermabrasi di Larissa Aesthetic Clinic

Menurutku Illuminare ini cocok banget buat kalian yang memiliki kulit berminyak dan tinggal di daerah yang lumayan panas, seperti pengalamanku memakai produk ini minyak di wajah memang seakan hilang. Hanya saja kulitku nggak menerima karena terlalu keringnya.

Ah pada akhirnya balik lagi ke Clearing Wash Tea Treenya The Body Shop!

Catatan Mahasiswa : Dikejar Deadline, Ini Dia Kesalahan Pengajuan Izin PKL

Hasil gambar untuk mahasiswa tingkat akhir

Penghujung semester 6 itu masa sibuk-sibuknya mahasiswa, mulai dari harus KKN, PKL, magang dan atau semacamnya. Ada juga beberapa kampus yang tidak mewajibkan mahasiswanya mengikuti salah satu kegiatan itu. Bebas mah. Nah, kampusku kebetulan mewajibkan KKN dan magang pada waktu tertentu sebagai syarat kelulusan. KKN wajib di semester 4 dan PKL wajib di semester 6 atau 7. Kalau nggak lulus KKN ya nggak bisa PKL. Berati lulusnya molor dong 😞Tapi pasti lulus kok KKNnya wkwk~

Beberapa kampus seperti politeknik memang ada yang sudah menyediakan pilihan tempat PKL bagi mahasiswanya, tapi untuk kebanyakan universitas mahasiswa diminta untuk secara mandiri mencari tempat PKL mereka. Pencarian ini pun tidak semudah yang dibayangkan, butuh kesabaran ekstra dan mental baja menghadapi segala kemungkinan, termasuk kemungkinan ditolak *wetseh*.

Jadi sedikit cerita pengalaman mencari tempat PKL, kemarin (Mei 2017) kami sempat kalang kabut ketika permohonan PKL mendadak tidak bisa dipenuhi oleh perusahaan tertuju dengan alasan quota mereka full. Padahal kami sudah mengajukan surat permohonan dari Januari 2017. Bayangkan saja pengajuan 3 bulan sebelum pelaksanaan saja bisa nggak tembus apalagi yang mendadak H- sebulan. WKWK. Kebetulan perusahaannya memang skala internasional, hehe.

Akhirnya kami bingung karena kabar yang kami terima mepet banget sama deadline pengumpulan lokasi PKL. Disitulah dilema terjadi. Keluar masuk kantor satu ke kantor lainnya, mencari tempat yang menerima kami untuk PKL dengan waktu semepet itu. Namun, apalah dikata....hampir seluruh kantor sama-sama sudah penuh anak PKL yang mengajukan jauh-jauh hari. Terutama di instansi pemerintahan, ada beberapa instansi yang mengharuskan adanya MOU dan Perjanjian Kerja Sama antara instansi dan institusi. Untuk yang belum memiliki keduanya, akan butuh waktu lama untuk mengurusnya (kurang lebih sebulan). Jadi kalau waktu kalian sudah tidak memungkinkan, lebih baik cari tempat lain aja ya. Dan kalau sudah amat sangat mepet sekali, satu-satunya harapan adalah mengajukan izin PKL di perusahaan swasta menengah. Kalau masih nggak nutut juga, sudahlah lupakan rencana kalian untuk PKL.

Tapi Allah masih menyertai Mahasiswa Tingkat Akhir ini, H-0 hari deadline pengumpulan tempat PKL, kami diterima PKL di sebuah perusahaan swasta. Hari itu mengajukan, hari itu juga kami dinyatakan diterima. SUJUD SYUKUR. Kok bisa? Namanya juga rezeki πŸ˜‚. Karena kami nyaris putus asa, telat PKL telat skripsi, telat lulus..... telat............Sudah parno sendiri, dan hampir memutuskan untuk PKL semester depan. Tapi Allah ternyata berkehendak lain. *Hikmah nih*

Setelah kami mengevaluasi diri, memang ada beberapa kesalahan yang tidak kami perhatikan saat mengajukan permohonan izin PKL. Untuk kalian mahasiswa yang saat ini akan mengikuti kegiatan PKL, dan berencana mengajukan izin, ada beberapa poin penting dan harus benar-benar diperhatikan berkaca dari pengalamanku:

  1. Caritau tentang perusahaan yang akan kalian tuju. Kalian bisa browsing, atau tanya-tanya ke kakak tingkat yang sudah pernah PKL disana, tanyakan detail bagaimana lingkup kerja perusahaan yang akan kalian tuju. Semakin besar perusahaan, persiapan kalian harus sudah matang jauh-jauh sebelumnya. Jadi, pastikan dulu!
  2. Ajukan permohonan PKL sesuai prosedur, mungkin ada beberapa dari kalian yang memilih sebuah perusahaan karena ada kenalan saudara atau tetangga yang bekerja di perusahaan itu. Tapi ingatlah hal itu nggak banyak membantu dari pengalaman yang sudah kami alami. Jadi sebaiknya memang kita minta diperkenalkan langsung dengan bagian HRD, temui langsung, tanyakan langsung dan serahkan langsung surat-suratnya, jangan hanya titip surat aja. Karena sebagian besar mereka akan sibuk dengan pekerjaan masing-masing dan kita sebagai orang yang dibantu akan merasa sungkan jika terus menanyakan perkembangan pengajuan izin itu. Kecuali kalau itu perusahaan bapak atau ibu atau pakde atau bude kamu. Hehe. Beres sudah.
  3. Ajukan surat izin PKL minimal 2 bulan sebelum pelaksanaan, apalagi jika perusahaan yang kalian tuju adalah perusahaan bonafit dan perusahaan multinasional atau bahkan internasional. Sudah jelas akan banyak mahasiswa yang juga mengajukan PKL disana, hanya saja perusahaan memiliki aturan tersendiri terkait jumlah atau quota dalam menerima mahasiswa PKL, tidak semua yang mengajukan akan diterima, bisa dibilang siapa cepat dia yang dapat duluan. Atau bisa juga sebelum menyerahkan surat, kalian menanyakan ketersediaan quota via telepon biar lebih efektif tanpa harus menunggu sesuatu yang tak pasti.
  4. Ketika mengantarkan surat pastikan meminta tanda terima. Terutama jika surat itu hanya bisa sampai di pos satpam pastikan kalian membuat tanda terima untuk surat yang kalian serahkan. Untuk jaga-jaga siapa tau suatu saat suratnya ketlisut jadi kalian punya bukti bahwa memang sudah menyerahkan suratnya ke pihak perusahaan.
  5. Terpenting! Mintalah contact person bagian HRD atau bagian yang mengurusi penerimaan mahasiswa PKL. Ini penting untuk memantau bahwa surat kalian sudah diterima dan diproses dengan baik. Kalian juga bisa memfollow-up izin PKL kalian via telpon minimal 2 minggu setelah surat kalian diterima tanpa harus bolak-balik ke lokasi perusahaan, karena belum tentu juga pihak perusahaan bisa kita temui. Jika mereka sudah menyatakan kalian diterima, kalian bisa menanyakan detail waktu yang disediakan dan meminta surat balasan secara tertulis untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Itu dia sedikit saran untuk kalian calon mahasiwa PKL atau magang dari pengalaman yang sudah aku alami, semoga dengan saran tadi bisa membuat kalian lebih persiapan, dan bisa meminimalisir kemungkinan ditolak. Karena penolakan perusahaan bisa lebih sakit dari penolakan si doi. *Eahh*.