Ketagihan Terapi Pijat Syaraf?

Ketagihan yang satu ini memang agak aneh ya? Hehe. Sebenernya bukan ketagihan sih ya, tapi semacam lebih prefer pijat syaraf daripada pijat-pijat biasa yang bikin badan makin sakit nggak ketulungan. Bukannya sembuh malah lebam dimana-mana. Ada yang udah pernah coba pijat syaraf? Ah pasti tau gimana sensasinya 😅

Source : Google

Pertama kali kenal sama pijat syaraf ini tuh dikenalin sama salah satu sepupu yang tetangganya adalah tukang pijat syaraf, nah waktu itu dia menyarankan Ayah buat pijat syaraf karena tangan Ayah yang nggak bisa ditekuk ke belakang akibat kecelakaan di masa lampau yang sampai sekarang belum sembuh total cederanya, padahal Ayah udah berkali-kali terapi tusuk jarum dan pijat. Nah alhasil hari minggu kita sekeluarga meluncurlah ke daerah Arjosari-Malang buat pijat syaraf di tempat rekomendasi sepupuku itu.

Sampai disana, kita langsung dipersilahkan duduk di ruang tamu sambil lesehan dan ngobrol-ngobrol tentang keluhan yang mau diobati. Akhirnya, Ayah ceritain A sampai Z keluhan-keluhan yang belum sembuh meski sudah diterapi macam-macam. Bapaknya langsung paham deh letak kesalahan dari masing-masing keluhan itu dan mempersilahkan Ayah buat berbaring untuk memulai sesi terapi.

Nah bedanya dengan pijat-pijat biasanya, pijat ini nggak perlu lepas baju loh. Bahkan Bapaknya sama sekali bukan memijat, terkesan seperti mencongkel syaraf-syaraf yang letaknya nggak di tempat semestinya dan mengurai syaraf yang lengket bahkan sampai mengalami penyumbatan. Biasanya penyumbatan syaraf ini terjadi kalau sudah mengalami cedera syaraf lumayan lama. Saking lamanya syaraf nempel-nempel sampai nyumbat dan nggak bisa dialiri darah. 😟 Kalau sampai penyumbatan gini bisa sakit banget, dan nggak cukup sekali diterapi.

Begitu Ayah selesai dengan menahan kesakitan, Mama juga ikutan penasaran nih ikut-ikutan pijat dan benar juga ternyata ada beberapa syaraf yang perlu dibenarkan posisinya. Begitupun diriku juga tiba-tiba ditawari untuk mencoba terapi ini. Lalu aku cerita kalau sejak lama (seingatku SD) aku udah sering banget sakit kepala sebelah atau migrain, keram pas tidur atau sepedaan yang sakitnya nggak ketulungan dan kesemutan. Bagitupun Mama juga cerita kalau bentuk pergelangan kaki kiriku yang nggak wajar (bengkak) tapi aku sendiri nggak merasakan sakit apa pun di bagian itu.

Tibalah giliranku merasakan betapa sakitnya pijat syaraf ini, kayak dicubit sih tapi sakitnya hmmmm. Bapaknya terus bilang, kalau kakiku yang bengkak itu mengalami penyempitan meski kelihatan biasa aja dan nggak terasa sakit, itulah penyebab kenapa selama ini aku sering sakit kepala sebelah dan keram. Ya karena syaraf kakinya kesumbat! Huhu. Bayangin 7 tahun ngira kalau sakit kepalanya gara-gara tekanan darah rendah, taunya gara-gara penyempitan syaraf.

Jadi kaki kiriku yang mengalami penyempitan itu tadi emang bengkak dan warna kulitnya pucat (putih) banget, setelah aku terapi tiga kali bengkaknya udah mulai ilang, warna kulitnya pun mulai memerah yang artinya aliran darahnya udah lancar. Setiap abis terapi emang nggak begitu sakit sih, tapi keesokan harinya kaki bener-bener kerasa pegel semua, jadi nggak bisa banyak-banyak jalan, karena kalau dipaksa nanti malah memperparah penyempitan syaraf di bagian lain.

Nah, ketika aku menulis blog ini aku udah sekitar tiga tahun rutin melakukan terapi pijat syaraf ini. Kadang beberapa bulan sekali aku balik kesana, atau pas aku udah mulai punya keluhan-keluhan yang bikin badan capek banget sampe berhari-hari.

Jadi menurutku pijat ini tuh wajib banget buat dijadikan rutinitas, karena syaraf adalah salah satu bagian tubuh yang penting selain organ-organ seperti jantung, paru-paru dan otak. Remeh tapi nggak bisa diremehkan, karena banyak banget penyakit yang berawal dari syaraf yang bermasalah, misalnya dari kasus penyempitan syaraf di kakiku, kalau nggak segera dibenerin bisa menyebabkan stroke, seluruh syaraf di kaki punya peran penting ke seluruh tubuh mulai dari otak, lambung, dan lain-lain. Bahkan terlalu capek, terlalu stres juga bisa menyebabkan syaraf terjepit loh, kalau syaraf sudah amburadul badan pasti kerasa nggak nyaman dan capek terus. Aku sendiri merasakan faedah dari pijat syaraf ini lebih terasa dibanding pijat-pijat biasa, yang kadang malah bikin badanku sakit semua sampai berhari-hari.

Beberapa keluhan yang mungkin disebabkan syaraf yang bermasalah:
- Migrain
- Keram dan Kesemutan
- Mudah masuk angin
- Sesak (nafas besar)
- Badan sakit semua pas bangun tidur
- Mata lelah bahkan kelainan mata seperti mata minus juga bisa disebabkan karena mata yang terlalu lelah dan tetap dipaksa

Untuk meminimalisir masalah syaraf kita perlu melakukan beberapa kebiasaan seperti olah raga jogging, jalan-jalan, lakukan segala sesuatu sewajarnya, jika capek istirahat jangan dipaksa, jangan banyak begadang. Kesehatan itu lebih berharga dari apa pun. Sayangi tubuhmu dengan memberikan perhatian lebih ketika merasa capek dengan beristirahat.

Note: Untuk temen-temen yang butuh alamat lengkap pijat syaraf langgananku ini bisa langsung hubungi via DM instagram ya 🙏

[REVIEW] MSGlow Skin Care Sebagus Testimoni Nggak Sih?


Halo, hari ini aku mau me-review salah satu produk skincare yang akhir-akhir ini hits banget ya, bahkan aku juga sempat tergiur ngeliat testimoni penggunanya yang alamak, kulitnya bisa glowing kayak artis Korea gitu. Nah, karena diriku termasuk penyuka K-Drama yang sering banget tuh nonton drakor jadi ngiler dong pengen punya kulit mulus sampai dibilang "nggak berpori-pori" kayak mereka.


Kebetulan banget nih, MSGlow Aesthic Clinic baru aja buka cabang kedua di Malang, karena hasrat cewek yang selalu ingin tampil cantik, coba-coba selalu jadi alasan klasik. Bodo amat lah ntar kalo nguras kantong, yang penting nyoba dulu siapa tau cocok? 😏

Sebelum beli krimnya aku sempat beberapa kali treatment di MSGlow Aesthic Clinic ini, ntar aku bakal share pengalaman treatment ini di postingan lain ya. Nah karena waktu treatment skin care ku masih banyak, so ngerasa sayang banget kalo beli krimnya sekalian, jadi aku baru memutuskan beli krimnya tepat saat skincare ku habis.
Sebenernya aku udah beli Night Cream pas barengan sama treatment pertama, setelah penggunaan sebulan so far baik-baik aja, nah begitu facial wash ku habis, aku memutuskan untuk sekalian beli facial wash dan toner step 1 MSGlow pas treatment kedua. 


Y
MSGLOW FACIAL WASH
Netto 150ml
Manufactured by PT EKOSJAYA ABADI LESTARI
IDR Rp 60.000
Y

First impression waktu pakai facial washnya, enak, wanginya juga lembut, dan enak banget dipakai di wajah. Penampakannya kayak betadine (?) merah dan cair meski nggak semerah betadine hehe.


Tapi sayangnya, kulitku bener-bener terlalu sensitif pakai facial wash ini, sehabis cuci muka emang kerasa seger banget, tapi kok aku merasa setelah pemakaian seminggu wajahku jadi gosong ya (kering dan panas). Bukannya kerasa kenyal atau lembab tapi kayak nggak enak banget gitu, lagi-lagi kalau nggak cocok facial wash wajahku jadi gampang luka, entah di ujung bibir atau bekas jerawat yang nggak kering-kering.

Baca juga [REVIEW] Neogen Bio-Peel Lemon: Solusi Kulit Kusam

Emang sih, di botolnya tertulis kalau facial wash ini mengurangi minyak berlebih, tapi ini keterlaluan mengurangi, selain itu nggak diimbangi efek lembab, harusnya sih mengurangi minyak tetap bikin kulit lembab, bukan kering dan panas kayak gini, mukaku jadi kayak udang rebus. 😔

RATING
1 / 5

REPURCHASE
NOPE!


Y
MSGLOW FACE TONER STEP 1
Netto 60ml
Manufactured by PT EKOSJAYA ABADI LESTARI
IDR Rp 80.000
Y

Pertama pakai toner kerasa perih (clekit2).Kontan aku membatin "Buset, ini alcoholnya kerasa amat sih", langsung was-was pakenya, takut kulitku iritasi jadi pakenya dikit-dikit.

Toner step 1 ini dipakai untuk kalian yang baru pertama kali pakai produk dari MSGlow, jadi kulit kamu nggak kaget dan nggak terlalu break-out. Toner ini dipakai malam hari aja sesudah cuci muka dan sebelum krim malam.

Sayangnyaaaa, aku nggak suka sama sekali sama toner ini, dari pertama beli aku cuma pakai 2-3 kali, dan aku nggak mau lagi pakai toner ini, karena menurutku ini keras banget ya buat kulitku. Jadi, aku sama sekali nggak tertarik buat re-purchase produk ini.

RATING
1 / 5

REPURCHASE
NOPE!

Review ini berdasarkan pengalaman pribadiku, sekali lagi skin care itu pasti cocok-cocokan, ada beberapa dari mereka yang pakai produk ini fine-fine aja. Tapi mungkin aku nggak menyarankan produk ini untuk kalian yang punya masalah kulit kayak aku.

Baca juga Skincare Kulit Sensitif

Masalah kulitku:
- Normal kombinasi (berminyak di bagian T Zone, kering di bagian pipi)
- Acne prone
- Sensitif sama produk mengandung alkohol dan fragrance (apalagi yang kandungannya tinggi)
- Jerawat susah kering kalau kena produk beralkohol

Jadi, testimoni memang sering bikin kita tergiur, tapi balik lagi sama gimana kondisi kulit kita sendiri. Karena kulit masing-masing orang beda dan punya pro kontra terhadap bahan-bahan kimia tertentu. So, kenali kulitmu dulu sebelum menentukan skin care apa yang yang kamu beli. 😁

*Review ini adalah berdasarkan pengalaman dan penilaian pribadi, efek akan berbeda pada setiap orang dengan jenis kulit berbeda.

Skincare Routine: Enaknya Memakai Sheet Mask Menjelang Tidur

Demam sheet mask akhirnya menjangkiti diriku. Pertama kali pakai sheet mask tuh aku beli di Guardian tapi lupa merknya apa, belinya cuma satu pcs lagi 😂 Akibat rasa penasaran tidak berbanding lurus dengan kondisi kantong, hehe. Coba kalo di Korea, harga sheetmask murah meriah kebangetan, lebih murah dari harga ramyun 😔 #BawaAkuKeKorea

Tapi apalah daya, aku cuma pencari harga termurah di Shoppe, jadilah diriku punya sheetmask ini. Taraaa....


Ada sheetmask dari Rorec sama dari Innisfree, kebetulan sheetmask Innisfreenya aku dapat hadiah dari temen *tampangsukagratisan* jadi nol rupiah hahaha. Nah, mungkin kalian penasaran kan emang ada ya sheet mask merk Rorec? Itu buktinya ada, harganya pun murah meriah loh, terjangkau abis buat kantong mahasiswa. Berapaan sih harganya?

Berkisar 5000-8000

Serius? Murah banget? Palsu? Bukan kok. Asli ini asliiiiii.


Jadi, udah sekitar 2 mingguan ini aku memasukkan sheetmask sebagai rutinitas perawatan wajahku. Karena efeknya yang kerasa banget. Selain membuat kulit jadi lembab, jerawatku juga lumayan cepet kering tanpa luka. Awalnya aku menerapkan ini karena abis nonton salah satu Vlogger Korea yang share pengalaman dia sama sheet mask, dan bener aja wajah dia yang awalnya jerawatan parah sampe merah-merah jadi mendingan berkat rutinitasnya pakai sheetmask ini.


Step-step Sheet Mask Routine:
  1. Bersihkan wajah dengan facial wash.
  2. Gunakan toner dengan menepuk-nepuk toner yang dituang di kapas ke seluruh wajah.
  3. Gunakan sheet mask 20-30 menit.
  4. Jika sudah 30menit, jangan lupa buat memijat-mijat essence yang masih membasahi wajah.
  5. Pakai krim malam. Tidur deh!
Pada pemakaian pertama sheetmask, aku sempat merasa perih di bagian-bagian jerawat yang belum kering, tapi setelah pemakaian kedua dan seterusnya udah nggak kerasa lagi, bahkan jerawat yang awalnya belum kering jadi cepet kering. Perubahan yang paling signifikan adalah kulitku jadi lebih lembab. 😍

Nah, buat kamu yang ngerasa kulitnya lagi bermasalah, siapa tahu dengan cara ini bisa membaik. Semoga bermanfaat! ✌

DIY Lighting Box Foto Produk Murah Meriah!!


Contoh Flatlay, percaya nggak kalau ini pake meja doang? wkwkw
Postingan kali ini aku persembahkan untuk kalian yang suka bingung gimana cara ngefoto pernak pernik atau foto barang-barang dagangan biar keliatan lucu, elegan, tapi murah meriah yang jelas bisa bikin kebanjiran orderan 😜

Nah salah satunya konsep foto produk yang bisa kamu gunakan adalah mini studio photo atau flatlay. Sama-bagus buat digunakan, tapi biasanya foto flatlay lebih cocok untuk bahan kamu ngiklan, sedangkan mini studio photo lebih cocok buat katalog kamu, yang memperlihatkan produk secara jelas dan detail.

Bikin lighting boxnya ternyata gampang banget loh, murah meriah dan nggak perlu banyak waktu untuk bikin. Tapi bisa bikin hasil foto mu sekelas fotografer profesional.


What you need:
1. Kardus mie bekas
2. Tiga lembar kertas folio polos
3. Kertas asturo warna bebas (yang kamu suka) tapi pastikan warna putihnya bersih ya!
4. Lakban
5. Cutter, Gunting dll

Gimana? Bahannya gampang banget kan buat di dapetin? Bahkan kalau semuanya udah tersedia, kamu nggak perlu ngeluarin receh sama sekali!

Terus cara bikinnya kayak gimana? Jadi gini cara bikinnya, pertama potong tutup kardus sisain 1 bagian penutup untuk dasar foto. Kedua lubangi kardus bagian depan, samping kanan dan samping kiri dengan ukuran tepi 3-4 cm. Setelah itu tempelkan kertas folio dengan lakban di bagian dalamnya kayak gini: 





Gimana? Gampang kan?

Dan hasil fotonya kayak gini


Lightingnya bisa pakai lampu belajar dan kameranya menyesuaikan, nggak harus DSLR, toh sekarang udah banyak smartphone yang menawarkan fasilitas kamera setingkat dengan DSLR. Selamat berkarya!